Viral di TikTok! Tren 'Sunmori' Sambil Berburu Sarapan Estetik Bikin Rute Solo Raya - Lawu Padat Merayap

Foodie 📅 14 Jun 2026, 00:29 ✍️ Mr.Pambudi
[ Slot Iklan Google AdSense - Top Article ]
Kemeriahan rombongan pemotor yang melakukan Sunmori (Sunday Morning Ride) memadati rute menuju kawasan wisata untuk berburu sarapan pagi.
Ilustrasi: Kemeriahan rombongan pemotor yang melakukan Sunmori (Sunday Morning Ride) memadati rute menuju kawasan wisata untuk berburu sarapan pagi.

POSISI.NET – Pemandangan berbeda selalu tersaji di jalanan arteri Sragen, Karanganyar, hingga Kota Solo setiap Minggu pagi. Sejak matahari belum sepenuhnya terbit, deru mesin dari ratusan hingga ribuan sepeda motor sudah memecah keheningan.

Fenomena Sunmori alias Sunday Morning Ride memang bukanlah hal baru. Namun, di tahun 2026 ini, tren riding di Minggu pagi telah bermutasi menjadi sebuah gaya hidup yang jauh lebih masif. Tujuannya kini bukan lagi sekadar memacu kendaraan melintasi rute berkelok di kaki Gunung Lawu, melainkan ada satu misi utama: Berburu Sarapan Estetik!

Pantauan Posisi.net, rute menuju kawasan wisata seperti Tawangmangu, Ngargoyoso, hingga spot-spot kuliner pagi di Sragen selalu padat merayap setiap akhir pekan. Apa sebenarnya yang membuat tren ini begitu viral dan digandrungi lintas generasi?

1. Geser Tren, Sarapan Kini Jadi Ajang Pamer Konten

Bagi Gen Z dan Milenial, makan pagi di hari Minggu bukan sekadar untuk mengenyangkan perut. Banyak warung tenda legendaris, kedai soto kuali, hingga coffee shop bertema pedesaan di pinggir sawah yang kini mendadak viral karena desainnya yang Instagramable.

Momen memarkirkan motor kesayangan berdampingan dengan motor teman-teman satu tongkrongan, lalu difoto dengan latar belakang kabut pagi dan secangkir kopi panas atau semangkuk soto sapi, adalah materi konten wajib yang dijamin menembus For Your Page (FYP) di TikTok.

2. Bukan Cuma Milik Motor Sport Mahal

Dulu, Sunmori sangat identik dengan komunitas motor sport ber-cc besar atau motor antik yang mahal. Sekarang? Batasan itu sudah runtuh total!

Jalanan Minggu pagi kini didominasi oleh rombongan skuter matic kekinian yang sudah dimodifikasi tipis-tipis, motor bebek klasik, hingga rombongan emak-emak yang riding menggunakan motor listrik. Inklusivitas inilah yang membuat perputaran ekonomi di sektor kuliner pagi daerah melonjak tajam. Semuanya berbaur menjadi satu mencari kebahagiaan sederhana di meja makan.

[ Slot Iklan Google AdSense - In-Article ]

3. 'Healing' Singkat Sebelum Menghadapi Hari Senin

Bagi para pekerja kantoran atau anak kuliahan yang sumpek dengan rutinitas, menghirup udara segar pedesaan di Minggu pagi adalah metode healing paling murah meriah. Udara bediding (dingin ekstrem) yang sedang melanda kawasan Solo Raya beberapa pekan terakhir justru menambah syahdu suasana Sunmori.

Waspada Titik Parkir Membludak!

Di balik keseruan berburu sarapan estetik, ada satu drama yang selalu berulang: Lahan Parkir yang Penuh Sesak! Banyaknya rombongan yang datang sering kali membuat area parkir kedai sarapan meluber hingga ke bahu jalan. Saking ramainya, tidak sedikit pengunjung yang kebingungan mencari letak motornya saat hendak pulang.

Agar momen Sunmori dan sarapan Anda tidak dirusak oleh drama lupa parkir, pastikan Anda selalu mengunci titik koordinat kendaraan Anda di posisi.net/parkir sesaat setelah mematikan mesin motor. Cukup buka browser di HP, dan asisten cerdas ini akan menyimpan lokasi motor Anda secara real-time tanpa perlu repot menginstal aplikasi tambahan.

Selamat menikmati Minggu pagi, tetap utamakan keselamatan ( safety riding ), dan jangan lupa sarapan!

💬 Tinggalkan Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!