Sultan Memang Beda! Elang Langka Terjual Rp4,5 Miliar di Lelang ADIHEX 2026 Abu Dhabi, Ini Keistimewaannya
POSISI.NET – Standar kemewahan dan hobi di kawasan Timur Tengah selalu memiliki kelasnya tersendiri. Bukan lagi soal deretan mobil sport atau properti megah, melainkan kebanggaan dalam memelihara satwa eksotis bernilai historis. Sebuah rekor mencengangkan baru saja tercipta dalam pameran bergengsi di Uni Emirat Arab, di mana seekor burung pemangsa terjual dengan harga yang membuat siapa pun tercengang.
Ringkasan Fakta :
-
Pameran International Hunting and Equestrian Exhibition (ADIHEX) 2026 di Abu Dhabi baru-baru ini berhasil mencatat rekor lelang yang luar biasa.
-
Seekor elang (falcon) putih langka berjenis "Qarmousha Pure Ultra White" terjual dengan harga fantastis mencapai 1,5 juta AED atau lebih dari US$400 ribu.
-
Dalam mata uang lokal, nilai satu ekor elang tersebut setara dengan Rp4,5 miliar.
-
Burung pemecah rekor lelang ini diketahui dibesarkan oleh Mark Moglich Falcon Farm.
-
Penawaran tertinggi dalam lelang tersebut akhirnya dimenangkan oleh figur bernama Sheikha Sheikha.
[ Slot Iklan Google AdSense - In-Article ]
Suasana Panas Lelang dan Rekor Harga Tertinggi
Kemeriahan dan ketegangan mewarnai suasana lelang burung falcon di ajang Abu Dhabi International Hunting and Equestrian Exhibition (ADIHEX). Sorot mata para peserta tertuju pada satu bintang utama di atas panggung: seekor falcon dengan bulu memukau berjenis "Qarmousha Pure Ultra White".
Keistimewaan genetik dan keindahan fisik burung yang dibesarkan oleh Mark Moglich Falcon Farm ini memicu pertarungan harga yang sengit di antara para sultan dan kolektor tingkat tinggi. Pada puncaknya, burung tersebut didapuk menjadi burung dengan harga lelang tertinggi di dalam pameran itu. Pemenang lelang, Sheikha Sheikha, kemudian naik ke atas panggung kehormatan untuk secara langsung menerima falcon putih langka tersebut.
Lebih dari Sekadar Hobi, Ini Warisan Budaya
Bagi masyarakat awam, mengeluarkan dana Rp4,5 miliar untuk seekor unggas mungkin terdengar tidak masuk akal. Namun, konteks kultural menjadi jawaban atas fenomena ini.
Bagi masyarakat Uni Emirat Arab, praktik falconry (berburu dengan menggunakan burung elang) bukanlah sekadar hobi untuk mengisi waktu luang. Praktik ini merupakan bagian yang sangat penting dari identitas, warisan budaya, dan tradisi luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun selama berabad-abad oleh nenek moyang mereka. Memiliki falcon dengan silsilah terbaik adalah simbol prestise, kebangsawanan, sekaligus upaya melestarikan kebanggaan masa lalu di tengah pesatnya modernisasi.
Temukan ulasan gaya hidup eksklusif, tren global, dan kabar viral dari seluruh penjuru dunia hanya di Posisi.net!
Berita Terkait
💬 Tinggalkan Komentar (0)
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!