Miris! Surga Pendaki Bukit Pergasingan Sembalun Kini Terancam Timbunan Sampah
Oleh: Tim Redaksi Posisi.net
Bukit Pergasingan di Sembalun, Lombok, Nusa Tenggara Barat, selama ini dikenal luas sebagai salah satu destinasi pendakian favorit yang menawarkan panorama alam memukau. Berada di ketinggian sekitar 1.700 meter di atas permukaan laut (mdpl), bukit ini menyajikan lanskap petak sawah warna-warni yang ikonik dengan latar belakang kemegahan Gunung Rinjani.
Namun, sayangnya, pesona alam nan asri ini kini tengah dihadapkan pada kenyataan pahit dan masalah klasik yang sangat memprihatinkan: darurat sampah.
Baru-baru ini, publik dan para penggiat alam bebas dikejutkan oleh kabar mengenai banyaknya sampah yang dibiarkan tertimbun di kawasan Bukit Pergasingan. Bagaimana fenomena ini bisa terjadi dan apa dampaknya bagi pariwisata Sembalun? Simak ulasannya berikut ini.
Fakta Memprihatinkan di Balik Keindahan Sembalun
Meningkatnya tren pendakian dan berkemah (camping) di kalangan anak muda rupanya membawa efek ganda. Di satu sisi, pariwisata daerah meningkat pesat. Namun di sisi lain, kesadaran lingkungan para pengunjung ternyata belum berbanding lurus dengan antusiasme mereka.
Berdasarkan kabar yang beredar, area Bukit Pergasingan kini mulai tercemar oleh tumpukan sampah yang ditinggalkan oleh oknum pendaki tidak bertanggung jawab. Berbagai jenis limbah domestik, mulai dari bungkus plastik makanan instan, botol minuman, hingga sisa-sisa logistik kemah, ditemukan berserakan bahkan hingga tertimbun di area perkemahan.
Alih-alih repot membawa turun sampah mereka, banyak pendaki nakal yang memilih jalan pintas dengan membuang sampah sembarangan atau menguburnya secara asal-asalan di tanah.
Mengancam Ekosistem Alam dan Citra Pariwisata Lombok
Timbunan sampah di alam liar bukanlah sekadar masalah estetika yang merusak pemandangan feed Instagram. Lebih dari itu, tumpukan sampah ini adalah ancaman serius bagi ekosistem.
Sampah anorganik seperti plastik dan kaleng membutuhkan waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terurai. Jika dibiarkan tertimbun, sampah ini dapat merusak struktur hara tanah, mencemari sumber resapan air, dan sangat membahayakan satwa liar di sekitar Sembalun yang mungkin secara tidak sengaja memakannya.
Selain itu, citra pariwisata Lombok yang sedang gencar dipromosikan ke kancah internasional juga bisa tercoreng. Wisatawan mancanegara yang sangat peduli pada isu eco-tourism tentu akan merasa kecewa dan enggan kembali jika destinasi yang mereka kunjungi dipenuhi oleh sampah.
Darurat Kesadaran: Bawa Turun Sampahmu!
Masalah ini harus menjadi tamparan keras bagi semua pihak. Pengelola kawasan wisata Bukit Pergasingan dan pemerintah desa setempat diharapkan dapat memperketat aturan pendakian, seperti memberlakukan sistem check-in/check-out barang bawaan wajib dan memberikan sanksi denda tegas bagi mereka yang kedapatan membuang sampah sembarangan.
Namun, regulasi seketat apa pun tidak akan berjalan tanpa adanya kesadaran dari dalam diri pendaki. Sudah saatnya prinsip Leave No Trace (Jangan Tinggalkan Apa Pun Kecuali Jejak) tidak sekadar menjadi slogan kosong, tetapi benar-benar dipraktikkan.
Jika Anda cukup kuat membawa logistik makanan yang berat saat mendaki, Anda pasti jauh lebih kuat untuk membawa turun bungkus kosongnya yang sangat ringan. Mari bersama-sama kita jaga kelestarian Bukit Pergasingan Sembalun agar keindahannya tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang!
Berita Terkait
💬 Tinggalkan Komentar (0)
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!