Heboh Croissant Viral dengan Toping Nyeleneh Mirip 'Bulu', Bikin Netizen Debat Panas Sebelum Mencicipi
POSISI.NET – Inovasi di dunia kuliner, khususnya pastry, seolah tidak pernah ada habisnya. Setelah sebelumnya kita dihebohkan dengan tren croffle (croissant waffle) hingga cromboloni yang lumer, kini jagat maya kembali digegerkan oleh sebuah kreasi croissant yang sukses membuat bulu kuduk berdiri.
Bukan karena harganya yang fantastis atau ukurannya yang raksasa, croissant satu ini viral lantaran visual topingnya yang terbilang sangat ekstrem dan nyeleneh.
Visual 'Nyeleneh' yang Memicu Kontroversi
Kehebohan ini bermula dari sebuah unggahan video Reels di akun Instagram @beritafoodies. Dalam cuplikan singkat tersebut, tampak seorang pria tengah memegang sebuah croissant berukuran sedang yang dibelah pada bagian tengahnya.
Namun, alih-alih diisi dengan lelehan cokelat, matcha, atau krim keju yang menggugah selera, bagian tengah pastry renyah tersebut justru disumpal dengan tumpukan toping berwarna hitam legam yang teksturnya keriting dan berantakan.
Saking anehnya visual hidangan tersebut, video itu menyematkan teks keterangan yang cukup menohok: "Croissant viral toping mirip bulu kmaluan?"*. Sontak, bentuk fisik toping yang sekilas menyerupai gumpalan rambut atau bulu hitam tersebut langsung menyita perhatian publik.
Perdebatan Sengit Netizen Sebelum Mencicipi
Sesuai dengan keterangan (caption) pada unggahan tersebut yang berbunyi, "Croissant viral ini sukses bikin netizen debat sebelum sempat mencicipinya," kolom komentar pun langsung dibanjiri beragam reaksi.
Sebagian besar netizen mengaku seketika kehilangan nafsu makan dan merasa geli melihat bentuknya yang tidak lazim untuk sebuah makanan penutup (dessert). Di sisi lain, tak sedikit pula penikmat kuliner (foodies) beraliran anti-mainstream yang justru merasa tertantang dan penasaran dengan sensasi rasanya.
Menguak Misteri Toping 'Bulu' Hitam
Di balik perdebatan soal tampilannya yang mengganggu mata, para pecinta kuliner sejati tentu tahu bahwa dunia gastronomi sering kali memanipulasi bentuk makanan (food illusion).
Meskipun terlihat seperti rambut atau bulu, kuat dugaan bahwa toping hitam tersebut terbuat dari bahan-bahan manis yang aman dikonsumsi. Dalam teknik pembuatan pastry dan makanan penutup, tekstur keriting halus berwarna hitam biasanya dihasilkan dari gula kapas (arum manis / rambut nenek) yang diberi pewarna hitam alami seperti charcoal (arang aktif) atau tinta cumi. Kemungkinan lainnya, itu adalah serutan cokelat hitam (dark chocolate shave) atau abon wijen hitam yang dibentuk sedemikian rupa untuk mengecoh mata konsumen.
Terlepas dari bahan asli apa yang digunakan, strategi marketing sang pembuat croissant ini harus diakui sangat brilian karena berhasil menciptakan obrolan viral di media sosial. Nah, kalau menu ekstrem ini sampai di kota Anda, apakah Anda punya nyali untuk gigit dan mencicipinya?
Berita Terkait
💬 Tinggalkan Komentar (0)
Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!