Fenomena 'Bediding' Landa Sragen & Solo Raya: Siang Mendidih 36 Derajat, Malam Terasa Menggigil dari Biasanya!

Kabar Daerah 📅 01 Jul 2026, 14:49 ✍️ Mr.Pambudi
[ Slot Iklan Google AdSense - Top Article ]
Suasana terik matahari di siang hari menyengat kawasan perkotaan, kontras dengan suhu malam hari yang dingin akibat fenomena cuaca kemarau ekstrem.
Ilustrasi: Suasana terik matahari di siang hari menyengat kawasan perkotaan, kontras dengan suhu malam hari yang dingin akibat fenomena cuaca kemarau ekstrem.

POSISI.NET, KARANGANYAR – Warga di wilayah Sragen dan kawasan Solo Raya belakangan ini dibuat kebingungan dengan kondisi cuaca yang terasa cukup ekstrem. Bagaimana tidak? Jika pada siang bolong cuaca terasa sangat terik seolah "mendidih" hingga menembus 36 derajat Celsius, suasana berbalik 180 derajat ketika matahari terbenam. Malam hingga menjelang pagi, udara justru terasa jauh lebih dingin dan menusuk tulang dari biasanya.

Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi anomali ini di media sosial. Hawa panas yang membakar kulit di siang hari membuat kipas angin dan AC bekerja ekstra, namun saat tengah malam, warga terpaksa harus kembali menarik selimut tebal. Lantas, fenomena alam apa yang sebenarnya sedang melanda Bumi Sukowati dan sekitarnya ini?

🌡️ Mengenal Fenomena 'Bediding' di Puncak Kemarau

Bagi masyarakat Jawa, kondisi cuaca di mana siang hari terasa bak gurun pasir namun malam hari terasa sedingin pegunungan sering disebut dengan istilah Fenomena Bediding.

Secara meteorologis, kondisi ini sangat wajar terjadi ketika suatu wilayah (seperti Sragen dan Solo Raya) memasuki puncak musim kemarau. Pada fase ini, tutupan awan di langit sangat minim atau bahkan cerah tanpa awan sama sekali.

  • Mengapa Siang Sangat Panas? Tanpa adanya awan pelindung, radiasi panas dari sinar matahari akan jatuh langsung ke permukaan bumi secara maksimal, membuat suhu udara melonjak drastis hingga 35-36 derajat Celsius.

  • Mengapa Malam Sangat Dingin? Sebaliknya, saat malam tiba, ketiadaan awan membuat panas yang diserap bumi sepanjang siang akan dilepaskan (dipantulkan) kembali ke angkasa secara cepat tanpa ada yang menahan. Akibatnya, permukaan bumi kehilangan panas dengan drastis, sehingga suhu malam hingga Subuh terasa jauh lebih dingin dari batas normal.

    [ Slot Iklan Google AdSense - In-Article ]

💡 Waspada Penyakit Musiman

Perubahan suhu yang drastis (fluktuatif) dalam waktu kurang dari 12 jam ini menuntut fisik yang prima. Perbedaan ekstrem antara suhu maksimum dan minimum harian dapat dengan mudah menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Bagi warga Sragen dan Solo Raya, sangat disarankan untuk menjaga asupan air putih agar terhindar dari dehidrasi saat siang hari. Selain itu, pastikan untuk mengonsumsi vitamin dan mengenakan pakaian hangat saat harus beraktivitas di malam atau dini hari agar terhindar dari flu, batuk, maupun radang tenggorokan.

Jangan biarkan cuaca ekstrem mengganggu produktivitas Anda! Bagikan informasi cuaca dari Posisi.net ini ke grup WhatsApp keluarga atau kerabat Anda agar mereka senantiasa waspada dan sehat selalu.

💬 Tinggalkan Komentar (0)

Jadilah yang pertama berkomentar di artikel ini!